Tragedi Kelaparan di Somalia, Menelan 260.000 Jiwa

Afrika memang merupakan benua yang memiliki aneka fenomena alam. Berbeda dengan Asia, keadaan Afrika jauh lebih panas dengan lebih banyak dataran gurun berpasir luas. Dari segi pertanian dan perkebunan, tidak semua tanah Afrika bisa ditanami. Bahkan beberapa negara di Afrika juga sering terkena berbagai fenomena iklim dan cuaca seperti kemarau panjang.

Di beberapa negara Afrika, sejak tahun 2010 musim panas panjang melanda. Banyak tanaman yang tidak dapat hidup dan hewan mati akibat kekeringan ini. Sayangnya, beberapa negara di Afrika masih sangat tradisional dalam mengolah lahan dan hasil pertanian serta perkebunan. Alhasil, kekeringan selalu membawa dampak paceklik.

Salah satu negara yang terkena paceklik adalah Somalia. Kekeringan membuat banyak tanaman dan hewan mati. Panen – panen gagal dilakukan sejak 2010 hingga kini. Yang lebih parah lagi, tidak ada teknologi apapun untuk mengatasi masalah tersebut. Akhirnya, penduduk Somalia banyak yang mengungsi ke tenda – tenda pengungsian di berbagai daerah yang masih memiliki persediaan bahan pangan.

Bencana kelaparan di Somalia tidak langsung ditanggapi oleh dunia. Setelah beberapa tahun mengalami tragedi besar – besaran tersebut masih banyak negara yang belum membantu atau bahkan belum banyak mengetahui hal tersebut. Hal ini menjadi sangat ironis dengan kehidupan hedonisme masyarakat di negara – negara Asia, Eropa dan Amerika.

Puncak tragedi kelaparan di Somalia adalah saat 260.000 jiwa dikabarkan meninggal dunia karena berbagai penyebab, dampak dari kelaparan. Selain malnutrisi, korban – korban meninggal juga terjangkit wabah penyakit akibat kelelahan mengungsi dan sistem sanitasi yang buruk. Tidak hanya itu, imunitas penduduk yang rata – rata tidak makan dengan layak memang sangat menurun.

Itulah sebabnya kita sebagai sesama manusia harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan amal dan donasi bencana kelaparan Somalia. Tidak hanya berdonasi, kita juga dapat menjadi relawan di Aksi Cepat Tanggap (ACT). Melalui ACT, keinginan mulia kita untuk membantu akan disambut dengan penyaluran pertolongan tersebut untuk mereka yang membutuhkan.

Memang, saat ini masih banyak penduduk Indonesia yang tidak banyak tahu tentang krisis pangan Somalia dan bantuan yang bisa diberikan melalui ACT. Oleh karena itu, menyebarluaskan kepedulian terhadap para korban lewat berbagi info pun bisa kita lakukan. Jika Anda ingin berpartisipasi membantu somalia, dapat disalurkan melalui rekening donasi somalia Aksi Cepat Tanggap : BNI atau BNI Syariah dengan nomor 66 00000 120, Bank Syariah Mandiri dengan nomor 777 778 9777, Bank Mandiri dengan nomor 128 000 4793 136 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *