cara mudah melakukan burning CD/DVD

 

Saat ini hampir setiap komputer baik desktop (PC) maupun laptop selalu menyertakan DVD Drive yang bisa digunakan untuk membakar (menyimpan data) ke DVD. Meskipun jarang dilakukan, tetapi prosesBurning DVD ini penting terutama untuk menyimpan data penting (backup), membuat VCD/Video DVD dan lainnya.
Meskipun proses burning DVD ini sangat mudah dengan berbagai software gratis yang bisa kita gunakan tetapi ada hal-hal yang sebaiknya diketahui dan diperhatikan sebelum mem-burning DVD termasuk CD. berikut beberapa tips yang penting dan sebaiknya diketahui.

Pilih Media (keping DVD) yang baik

“Kualitas sebanding dengan harga”, mungkin kurang lebih seperti itu. Jika kita ingin menyimpan data sangat penting dan tidak memerlukan banyak DVD, sebaiknya memilih keping DVD yang berkualitas (paling mudah dengan melihat melalui harganya).

Cek permukaan DVD sebelum burning

Meskipun baru, kadang ada beberapa keping yang bermasalah. Untuk itulah sebelum burning cek permukaan DVD atau CD akan adanya kerusakan seperti goresan, retakan, titik-titik hitam atau kosong dan sebagainya yang masih terlihat. Jika terlihat hal-hal seperti itu, sebaiknya mengganti dengan keping CD/DVD yang lain.

Hindari sentuh permukaan dalam DVD

Tangan kita terkadang kotor baik oleh debu, minyak dan lainnya yang bisa berpengaruh ke permukaan DVD. Untuk itu pastikan memegang bagian tepi dan melalui lubang DVD yang ada.

Hindari mengusap Permukaan DVD

Mengusap permukaan DVD terkadang bisa membuat goresan permukaan DVD. Tetapi jika memang diperlukan, usap dengan kain yang lembut dan jangan mengusap secara melingkar, tetapi tegak lurus keluar dari tengah dan hindari memegang permukaan dalam keping CD/DVD.

Tutup aplikasi lain ketika burning

Meskipun saat ini CPU sudah mampu memproses banyak aplikasi/program sekaligus, tetapi tetap disarankan untuk menutup sementara aplikasi lain yang berjalan, terutama yang tidak penting dan bisa dilanjutkan setelah burning. Bahkan aplikasi semisal antivirus kalau memungkinkan di hentikan saja sementara, dan jika ingin melakukan scan, lakukan sebelum data di burning ke DVD.

Burning pada kecepatan yang rendah

Meskipun hal ini masih menjadi perdebatan, apakah berpengaruh antara kecepatan tinggi dan rendah, tetapi tetap disarankan burning dengan kecepatan rendah. Tidak harus paling rendah, tetapi untuk amannya, usahakan dibawah maksimum kemampuan keping DVD. Terutama keping DVD dengan label kecepatan tinggi semisal 16x, 20x, 24x.
Dan perlu diperhatikan bahwa perkalian burning CD dan DVD mempunyai kecepatan yang berbeda. Untuk DVD 1x sama dengan sekitar 156 KB/s sedangkan untuk DVD 1x sama dengan sekitar 1.4 MB/s. Jadi perkalian kecepatan burning DVD sekitar 9,7 kali lebih cepat daripada CD. Misalnya burning DVD dengan kecepatan 2x, artinya kecepatan sekitar 2.8 MB/s (kalau 2x untuk CD hanya 302 KB/s) Oleh karena itu baik keping CD atau CD drive bisa mencapai 48x, 52x sedangkan DVD (baik keping atau DVD Drive) hanya 4x, 8x, 12x, 16x atau 24x.

Verify setelah selesai

Verify adalah melakukan pengecekan ulang setelah DVD selesai di burning. Biasanya opsi ini ada di beberapa software burning, meskipun waktu yang diperlukan akan bertambah lama, tetapi ini untuk memastikan bahwa data yang kita burning bisa terbaca semuanya apalagi jika hanya burning satu DVD saja.

Cek atau upgrade Firmware

Firmware merupakan instruksi atau semacam program yang terpasang di Chip DVD drive. Ada kalanya kita perlu mengecek akan adanya firmware baru dari vendor DVD Drive yang kita beli. Adanya rilis baru bisa terjadi karena beberapa alasan semisal peningkatan atau perbaikan performa DVD Drive atau kompatibilitas dengan keping DVD tertentu.
Tetapi harus dipastikan firmware cocok dengan tipe DVD drive yang kita gunakan. Dan jika selama ini tidak ada masalah, upgrade ini bisa kita abaikan.

Pastikan Free space hardisk cukup

Burning DVD terkadang memerlukan space hardisk yang cukup besar, apalagi ketika membuat Video DVD bisa lebih dari 10 GB ketika ingin burning satu DVD. Dan disarankan untuk melakukan defragment hardisk jika sudah lama tidak dilakukan, karena adanya fragmentasi hardisk akan memperlambat akses data, sehingga bisa berpengaruh ke proses burning CD/DVD.

Utility Gratis Perbaikan Windows Seven, 7 Quick Fix 2.0

Untuk memperbaiki masalah windows, ada banyak software atau utility yang bertebaran di internet, mulai dari yang sederhana sampai yang rumit. Tetapi ketika kita hanya ingin memperbaiki satu atau dua masalah windows dengan sekali klik saja, ada software kecil dan gratis yang bisa dijadikan alternatif, yaitu 7 Quick Fix 2.0.
Seperti namanya, 7 Quick Fix 2.0 ditujukan untuk Windows 7 baik 32 bit maupun 64bit, tetapi bagi pengguna Windows Xp tidak perlu khawatir, karena ada software khusus  XP Quick Fix ( baca disini: Perbaiki 40 Error windows dengan XP Quick Fix Plus). Berikut tampilan 7 Quick Fix, kategori Enable/Disable (masih ada 5 kategori lainnya).
Tampilan program ini cukup sederhana, karena hanya menampilkan tombol-tombol dengan nama sesuai fungsinya. Program ini menyertakan 108 fungsi atau perbaikan masalah windows yang sering terjadi dengan membagi fungsinya kedalam 6 kategori, yaitu :
  • Enable/Disable, untuk mengaktifkan atau mematikan berbagai fungsi atau fitur bawaan windows yang bermasalah.
  • Restore Missing Stuff, untuk mengembalikan beberapa fungsi windows yang hilang atau tidak tampil
  • Performance, untuk meningkatkan atau memperbaiki performa beberapa fungsi windows yang bermasalah/lambat
  • Error and Crashes, untuk memperbaiki berbagai error atau masalah windows
  • Tweaks, seperti program tweaking lainnya, berfungsi menambah atau mengubah setting tersembunyi windows
  • Associations, memperbaiki asosiasi file yang bermasalah, seperti tidak bisa menjalankan file dengan ekstensi tertentu

Penggunaan

Penggunaan software ini sangat mudah, tinggal memilih fitur atau fungsi apa yang akan dijalankan dan klik, selesai. Ketika mouse di gerakkan diatas tombol, maka dibagian bawah akan dijelaskan lebih detail fungsinya. Setiap kita menjalankan operasi, maka akan dibuat backup setting atau konfigurasi sebelumnya, sehingga ketika terjadi efek yang tidak di inginkan, setting bisa kita kembalikan.
Backup ini akan berada di folder yang sama dengan program atau aplikasi 7 Quick Fix (QF.exe), sesuai dengan kategori masing-masing. Backup ini dapat berisi file registry, file ini atau file lain yang bisa dijalankan langsung untuk mengembalikan ke setting semula.
Agar berjalan sesuai harapan, disarankan agar program jalan sebagai administrator (klik kanan dan run as administrator).

Installasi

Meskipun software ini dapat bersifat portable, tetapi untuk menggunakan pertama kali harus di install terlebih dahulu, kemudian jika ingin menggunakan sebagai aplikasi portable, hasil installasi ini bisa di copy atau disimpan untuk dijalankan dari komputer lain atau dari USB flashdisk.
Satu hal yang perlu diperhatikan ketika menginstall adalah adanya opsi yang akan menginstall Babylon Toolbar serta mengubah halaman website di browser. Untuk itu, pilih Custom Installation dan hilangkan semua cek dibawahnya (seperti gambar diatas).
Secara umum, software ini sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah yang umum terjadi dengan Windows 7, apalagi ketika sudah menjadi software portable.
Download 7 Quick Fix 2.0 ( 1.5 MB dari Softpedia atau link alternatif )

Tips Mudah Melakukan Tweaking Windows XP

weaking Windows atau mengaktifkan fitur-fitur atau setting tersembunyi windows merupakan suatu hal yang menarik untuk dilakukan. Meskipun bisa dilakukan secara manual misalnya dengan mengedit Registry, tetapi mungkin tidak bisa dilakukan semua orang. Untungnya kini sudah banyak software gratis untuk tweaking windows.
Berikut koleksi berbagai software gratis yang menyediakan berbagai fitur untuk tweaking windows.

TweakNow PowerPack 2012

Merupakan software buatan tweaknow.com yang menyediakan berbagai fitur tweaking dan optimasi windows. Fitur yang disertakan sangat banyak dan masih di update sampai saat ini. Menyediakan fitur tweaking windows umum, Cleaner, Analisa penggunaan hardisk, registry cleaner, RAM optimizer, system information dan lainnya.
TweakNow PowerPack lebih lengkap dari TweakNow WinSecret  PRogram ini mendukung Windows XP, Vista, 7 dan Windows 8
Kunjungi halaman download TweakNow PowerPack 2012 ( 9.1 MB)

Ultimate Windows Tweaker

Ini mungkin merupakan program dengan ukuran yang paling kecil dan portable. Hanya dengan satu file exe yang berukuran sekitar 345 KB, Ultimate Windows Tweaker menyediakan berbagai fitur tweaking windows mulai dari sistem informasi, user account, performa, security setting, jaringan, dan berbagai tweaking lainnya ( total sekitar 150 tweaking windows).
Mendukung Windows Vista dan Windows 7 saja. 

X-Setup Pro

Software tweaking ini sebelumnya merupakan software berbayar, tetapi kini sudah menjadi freeware atau gratis. Mempunyai fitur tweaking windows yang sangat banyak, dan mungkin yang paling lengkap karena menyertakan lebih dari 1800 tweaking windows. Sayangnya software ini sudah cukup lama tidak di update sejak windows 7. Tetapi bagi pengguna windows XP, program ini patut menjadi pilihan.
Selain versi installer, tersedia juga versi Portable. MEndukung Windows 9x/NT/2000/XP dan Vista ( dari sumber lain juga dikatakan mendukung windows 7). 

RegToy

Seperti halnya X-Setup, RegToy merupakan software tweaking windows yang menyediakan banyak fitur tweaking. Selain versi installer, tersedia jug versi portable. Tidak hanya tweaking tampilan dan performa windows, berbagai fitur juga disertakan didalamnya semisal optimasi hardware, security, startup manager, service manager, uninstall, registry cleaner & backup, clean disk dan lainnya.
Sayangnya software ini sudah agak lama tidak diupdate lagi, sehingga sepertinya belum mendukung windows 7. Tetapi bagi pengguna windows XP dan Vista bisa menjadi alternatif software tweaking. Kunjungi halaman download RegToy ( Versi portable 2.18 MB dan INstaller 1.63 MB)

Advanced System Tweaker

Software ini bisa dikatakan yang paling baru, karena versi 1.00 baru saja di rilis beberapa hari yang lalu. Advanced System Tweaker merupakan salah satu software gratis buatan Tweaking.com yang mempunyai berbagai fitur tweaking windows, seperti Maintenance (perawatan windows), Optimasi kecepatan dan ulitily perbaikan error atau permasalahan windows lainnya.
Advanced System Tweaker mungkin tidak hanya tweaking tetapi cocok digunakan untuk memperbaiki jika ada masalah dengan window itu sendiri. Dan salah satu yang unik adalah disediakannya perintah command prompt/edit manual registry bagi sebagian besar tweaking yang digunakan. Download dan informasi selengkapnya kunjungi Advanced System Tweaker

Mz Ultimate Tools

Software buatan Michael Zacharies (sehingga dinamakan MZ) mempunyai berbagai fitur tweaking yang cukup banyak, sebanding dengan RegToy atau TweakNow. Program ini tersedia untuk Windows XP, Vista dan WIndows 7 dan masing-masing merupakan aplikasi yang terpisah. Sehingga pastikan download sesuai dengan windoes kita gunakan. Mempunyai berbagai fitur seperti peningkatan performa, tweak tampilan windows, security, memory, jaringan, dan banyak lainnya.
Software ini terakhir di update Desember 2010, dan sayangnya belum ada update lagi sampai saat ini. 
Mungkin masih banyak lagi software tweaking windows yang lainnya, karena sebagian tergabung dalam program lainnya yang lebih besar, semisal Glary Utilities, Advanced System Care dan sebagainya. Tetapi koleksi diatas mungkin sudah cukup bagi sebagian kita yang ingin mengutak-atik setting windows tanpa harus repot berurusan langsung dengan registry.

Cara Mudah Mengatasi Bad Sector Pada Harddisk

Beberapa hari yang lalu saya service komputer dan laptop yang mengalami permasalahan yang hampir sama, yaitu kerusakan pada hardisk (HDD). Karena terdapat bad sector di hardisk tersebut, komputer tidak bisa masuk windows atau berhenti loading sebelum masuk windows. Berikut pengalaman, beberapa tips dan sharing yang semoga bermanfaat.

Pada awalnya saya mengira masalah tidak bisa masuk windows karena memory (RAM) atau juga Motherboard, tetapi setelah di periksa lebih lanjut, ternyata terdapat bad sector (bagian hardisk yang rusak) di hardisknya. Dengan adanya bad sector, akses hardisk menjadi sangat lambat dan tidak jarang akan berhenti sehingga komputer terkesan “hang” ( not responding ).

Memeriksa adanya Bad Sector

Ada berbagai cara untuk memeriksa dan memastikan apakah ada bad sector di hardisk komputer atau laptop kita, tergantung seberapa jauh permasalahan yang kita alami. Berikut penjelasan lebih detailnya.
  • Jika kita masih bisa masuk windows, gunakan software gratis seperti HDTune dan jugaHDDScan yang memang dibuat untuk melakukan scan hardisk dan memeriksa apakah ada bad sector . Selain itu bisa juga menggunakan Easeus Partition Master Home Edition, 
  • Jika tidak bisa masuk windows, bisa dibagi menjadi 2 hal sebagai berikut :
    1. Jika Masih ada komputer/laptop lain (jika belum ada, bisa pinjam), lepas hardisk yang bermasalah (jangan dilakukan jika masih ada waktu garansi) dan pasang hardisk di komputer/laptop yang masih normal. Untuk hardisk laptop, kita bisa menggunakan kabel USB 2.0 to SATA/IDE (bisa dibeli di toko accesories komputer dg harga sekitar Rp.60.000-an). Selanjutnya kita bisa melakukan scan atau recovery melalui windows dengan software gratis yang saya sebut sebelumnya.
    2. Jika kita tidak punya (tidak ada) komputer atau laptop lain, siapkan bootable CD atau USB yang berisi tools-tools untuk memeriksa hardisk, semisal UBCD4Win, Hiren’s Boot CD, Wondershare Live Boot, linux live CD seperti ubuntu dan sebagainya. Gunakan Tools yang ada untuk memeriksa kondisi hardisk
Meskipun kita bisa mengecek melalui bootable CD/USB di komputer sendiri, tetapi saya tetap merekomendasikan melakukan pengecekan di komputer atau laptop lain, kecuali hardisk masih dalam masa garansi. Karena dengan memasang di komputer lain, ada beberapa kelebihan seperti akses relatif lebih cepat, mudah mencoba dengan berbagai software lain yang bisa di install di windows, respond komputer juga lebih cepat ketika memeriksa.
Ketika Hardisk terdeteksi adanya bad sector, langkah pertama adalah segera menyelamatkan atau melakukan backup data penting, baik disimpan di CD/DVD, Flashdisk, Hardisk Eksternal atau hardisk komputer lain. Jika bad sector mulai banyak terlihat, disarankan untuk menghentikan scan dan segera backup data-data penting terlebih dahulu. Karena dengan scan lebih dalam, ada kemungkinan (meskipun kecil) menambah bad sector di hardisk.

Menyelamatkan Data di Hardisk

Salah satu tantangan terbesar ketika hardisk rusak (terdapat bad sector) adalah menyelamatkan data atau dokumen didalamnya. Apalagi biasanya pengguna jarang melakukan backup data ke media lain seperti CD atau DVD. Untuk mempermudah proses menyelamatkan (recovery) data yang ada di hardisk, pasang hardisk di komputer lain. Asalkan hardisk masih terdeteksi, recovery data kemungkinan masih bisa dilakukan.
Ketika hardisk sudah terpasang di komputer lain dan sudah terdeteksi, gunakan software recovery yang bisa kita dapatkan di internet. Salah satu yang bagus adalah Easeus Data Recovery Wizard. Dengan software ini saya berhasil menyelamatkan data dari hardisk yang sudah cukup parah. Software lainnya yang bisa kita gunakan adalah MiniTool Data Recovery Wizard.
Jika tidak ada komputer atau laptop lain, bisa kita coba menyelamatkan data melalui media seperti Bootable CD/USB (Live CD) yang berisi utility atau program yang bisa digunakan untuk memeriksa dan menyelamatkan (recovery) data. Saat ini banyak yang bisa kita gunakan, misalnya Ultimate Boot CD, UBCD4Win, System RescueCD, Wondershare Live CD, Mini PE, CD Linux Ubuntu dan sejenisnya.
Jika hardisk tidak terdeteksi lagi ketika dipasang di komputer lain, maka proses recovery bukan pekerjaan yang mudah. Karena kemungkinan harus membuka hardisk dan ini memerlukan keahlian dan peralatan khusus. Saya sendiri belum pernah recovery sampai seperti ini.

Memperbaiki Hardisk Bad Sector

Ketika data-data penting di hardisk sudah berhasil diselamatkan, langkah selanjutnya adalah mengatasi atau memperbaiki hardisk yang terdapat bad sector. Meskipun tidak semua bad sector bisa diperbaiki (terutama jika sebabnya kerusakan fisik), untuk bad sector yang ringan, bisa kita atasi dengan salah satu cara berikut :
  • Menggunakan tools Scan Disk bawaan windows. Untuk drive selain sistem operasi (misalnya drive D:, E: dst), kita bisa langsung klik kanan driver tersebut melalui windows Explorer > Properties dan dari tab Tools, bagian Error-checking klik Check Now..
    Selain melalui Windows Explorer kita juga bisa langsung melalui command prompt (DOS) memalui perintah ChkDsk /R X: (X silahkan diganti dengan drive yang ingin di perbaiki/cek jika ada bad sector-nya).
  • Full format drive tersebut (ingat, ketika full format, maka data di dalamnya akan hilang dan kemungkinan tidak bisa di recovery lagi), baik melalui windows atau dengan software semisal Easeus Partition Master. Dengan software seperti easeus proses lebih cepat
  • Ketika dengan Scandisk atau Full format juga belum bisa menghilangkan bad sector, kita bisa menggunakan Low Level Format (efeknya data sudah tidak akan bisa di recovery lagi). Low level format dengan software ini hanya bisa untuk satu hardisk, tidak per drive, sehingga seluruh isi hardisk akan di “putihkan” alias benar-benar dikosongi lagi.
  • Menggunakan software-software “advanced” berbasis DOS, seperti misalnya Active Kill Disk, HDAT2, DiskWipe, MHDD dan sebagainya. Bagi yang belum familiar dengan masalah hardisk, mungkin perlu pemandu yang lebih paham menggunakan software semacam itu.
  • Menggunakan software-software bawaan pembuat hardisk tersebut. Bisa di cek langsung di website pembuat hardisk seperti seagate, Western Digital, Maxtor, Hitachi, Samsung dan lainnya.
Dengan cara diatas, 2 PC yang saya service alhamdulillah data-data penting berhasil di recovery. Untuk hardisk komputer desktop, dengan full format biasa bad sector bisa hilang, sedangkan untul hardisk notebook, karena bad sector sepertinya cukup parah dan sangat banyak, akhirnya belum bisa di perbaiki lagi, sehingga harus ganti dengan hardisk baru.
Ketika beberapa cara diatas hardisk masih tetap rusak atau terdapat bad sector, kemungkinan kerusakan hardisk sudah parah (bisa jadi kerusakan permukaan/fisik), dan sepertinya memang harus mengganti dengan hardisk yang baru. Semoga beberapa tips diatas bisa membantu yang sedang mengalami masalah bad sector atau sebagai tambahan informasi bagi kita, jika ada masukan, pertanyaan seputar masalah ini silahkan disampaikan melalui komentar atau langsung email.

Cek Temperatur Komponen PC dengan Open hardware Monitor

Memantau atau mengecek suhu berbagai komponen (perangkat keras) komputer saat ini bukan suatu hal yang sulit lagi dan penting untuk dilakukan secara rutin. Alternatif lain yang baru adalah Open Hardware Monitor.
Seperti namanya, software ini tidak hanya gratis, tetapi bersifat open source dan termasuk salah satu software dengan fitur monitor cukup lengkap. Open Hardware monitor mendukung berbagai chip yang digunakan di berbagai motherboard komputer saat ini.
Karena bersifat open source, kita juga bisa mendapatkan source kodenya dan bisa dipelajari bagi yang punya kemampuan programming. Selain itu, Open Hardware monitor selain dijalankan di Windows juga bisa dijalankan di Linux dengan bantuan Mono Framework.
Beberapa fitur Hardware monitor antara lain :
  • Memonitor berbagai suhu hardware (perangkat keras) komputer secara real time (berkelanjutan)
  • Mampu memantau komponen: Hardisk (HDD), CPU (Termasuk masing-masing core), putaran Fans (kipas pendingin), Temperatur sistem (moterboard), VGA (termasuk voltase, suhu GPU, dan putaran kipasnya).
  • Menampilkan grafik atau plot berbagai suhu/komponen yang di monitor
  • Menampilkan inforrmasi sebagai gadget windows (tampil di desktop)

Perbandingan dengan CPUID Hardware Monitor

Selama ini software monitor suhu komponen komputer yang sering saya gunakan adalah Hardware Monitor, dengan tampilan yang sederhana dan mampu memonitor berbagai komponen. Dari segi tampilan, Open hardware monitor menampilkan informasi persis sepertiCPUID Hardware Monitor.
Dari segi kemampuan monitor, ketika saya coba monitor di komputer desktop (PC), komponen yang dipantau sama, hanya saja Open Hardware Monitor memberikan informasi lebih untuk CPU dan VGA, yaitu dengan manambahkan informasi berupa clock dan memori vga serta load processor yang digunakan (baik untuk CPU/VGA) serta informasi fan (kipas) yang digunakan VGA.
Selain itu, untuk Control GPU fan (kipas VGA), ketika di klik kanan ada opsi untuk mengatur berapa persen daya/kecepatan yang akan dialokasikan. Dari perbandingan singkat ini untuk PC terlihat Open Hardware Monitor lebih unggul.
Tetapi ketika saya coba di Laptop/Notebook, Open Hardware Monitor sedikit ketinggalan dengan dibanding Hardware Monitor. Hardware Monitor selain mampu memonitor berbagai komponen seperti di PC, ada tambahan monitor Battery Laptop, sedangkan Open HM belum tersedia (mungkin karena versinya masih beta, semoga versi final sudah bisa menyertakan fitur ini).
Selain monitoring, Open Hardware Monitor juga memberikan fitur lebih dengan menampilkan plot/grafik (meski ketika saya coba belum tampil), serta bisa menampilkan informasi sebagai gadget windows di desktop dengan tampilan yang menarik. Open Hardware Monitor mendukung Windows XP, Vista, 7 dan juga Linux baik 32bit maupun 64bit.
Download Open Hardware Monitor ( 255 KB )

Cara Mudah Mengatasi USB NOT RECOGNIZED

Mungkin sebagian kita pernah mengalami masalah ketika USB flash drive atau media berbasis USB tiba-tiba tidak terdeteksi oleh Windows, dengan muncul pesan “USB Device Not Recognized” atau pesan lainnya. Hal itu bisa disebabkan oleh berbagai hal, berikut beberapa cara yang bisa dicoba untuk memperbaiki masalah tersebut.
Untuk memastikan bahwa bukan USB drive kita yang bermasalah (rusak), sebaiknya dicoba memasang di komputer atau laptop lain jika ada. Jika di komputer lain USB masih terdeteksi dengan normal, berarti komputer (windows) kita yang bermasalah dan beberapa cara berikut bisa dicoba untuk mengatasinya.

Restart Komputer

Cara paling awal yang bisa dilakukan, mungkin hal ini bisa memacahkan masalah tersebut.

Melepas kabel power supply (battery untuk laptop)

Mungkin cara ini memang tidak populer (bisa dikatakan ‘aneh’), tetapi ketika membaca berbagai tanggapan akan permasalahan ini di situs Microsoft, ternyata menggunakan cara ini banyak yang berhasil. Caranya dengan mematikan komputer kemudian melepas kabel power supply (listrik) yang terpasang ke Komputer, kemudian tunggu satu atau beberapa menit dan pasang kembali kabel power tersebut.
Untuk laptop, melepas kabel saja belum cukup, tetapi juga harus melepas battery laptop dan tunggu beberapa menit kemudian pasang kembali. Jika langkah ini berhasil, kemungkinan yang bermasalah di chipset Motherboard komputer tersebut. Dengan melepas power supply, maka motherboard akan melakukan inisialisasi ulang sistem didalamnya.

Gunakan System Restore

Jika System Restore di komputer aktif, kita bisa mengembalikan setting dan konfigurasi sistem komputer ke waktu atau keadaan sebelum USB tidak terdeteksi. Perlu di ingat bahwa dengan sistem restore, maka program atau aplikasi yang ada setelah waktu/tanggal Restore akan hilang (tergantung setting drive mana yang di monitor).
System Restore bisa diakses melalui menu Start > Programs > Accessories > System Tools > System Restore.

Uninstall USB Host Controller melalui Device Manager

Langkah ini juga dilaporkan banyak yang berhasil mengatasi masalah USB Device Not Recognized. Langkah detailnya sebagai berikut :
  1. Buka COntrol Panel dan pilih Device Manager. Atau klik kanan My Computer dan pilih Properties, kemudian pilih menu Device Manager. Cara lain ketikkan Devmgmt.msc di meu Run dan klik OK, selanjutnya dari window yang muncul pilih Device Manager
  2. Pilih “Universal Serial Bus Controllers” ( biasanya terletak di bagian paling bawah), dan klik dua kali untuk melihat tampilan seperti berikut:
  3. Klik kanan dari daftar yang ada kata-kata “Host Controller” kemudian pilih Uninstall. Lakukan satu persatu, ingat yang ada kata “Host Controller” saja, kecuali ada masalah dengan port USB lainnya (sesuai dengan di daftar yang ada)
  4. Setelah selesai Restart, maka Windows akan otomatis melakukan installasi ulang driver USB di komputer
Jika setelah restart windows tidak melakukan installasi ulang driver USB, buka kembali Device Manager, dan klik kanan “Universal Serial Bus COntrollers” kemudian klik menu “Scan for hardware changes”. Biasanya langkah diatas bisa mengatasi masalah USB tidak terdeteksi.

Gunakan Microsoft FixIt

Mungkin ini cara yang di rekomendasikan, yaitu dengan menggunakan Tools dari Microsoft yang didesain khusus untuk mengatasi masalah USB yang tidak terdeteksi. Kunjungi halamanDiagnose and fix Windows USB problems automatically, selanjutnya klik tombol Run Now, maka ada di download tools kecil FixIt. Setelah selesai jalankan file tersebut (memerlukan koneksi internet untuk menggunakan program ini, karena akan mengunduh file yang lebih besar dari Microsoft).
Alternatifnya download versi Offline yang sudah saya downloadkan dan saya upload ke DropBox berikut FixIt Windows Xp,Vista,7 (26 MB) atau FixIt Windows 7 ( 10 MB). Buka folder FixIt Portable dan jalankan file Launch Fix it.exe.
Mungkin masih ada (banyak) berbagai cara lain yang bisa dicoba, termasuk menggunakan software pihak ketiga. Jika anda mempunyai cara atau alternatif lain, silahkan berbagi melalui komentar.

Cara Memperbaiki Instalasi Windows XP

Ada kalanya pengguna komputer mengalami masalah dengan Windows atau sistemnya. Terkadang muncul masalah serius yang menyebabkan komputer tidak bisa booting atau file-file sistem windows rusak akibat virus. Jika ini terjadi biasanya ada dua pilihan: Install Ulang atau Repair Installasi Windows.

Kali ini akan dibahas bagaimana cara me-repair ( memperbaiki) installasi Windows Xp.
Teknik Repair ini memiliki keunggulan seperti data-data yang ada di sistem masih tetap utuh ( program-program yang terinstall di komputer juga masih tetap). Dan hal itu juga akan mempersingkat waktu, karena jika install ulang maka program yang ada termasuk driver harus di install ulang lagi. Jika program yang ada sangat banyak, maka akan menghabiskan waktu cukup lama.
Tetapi meskipun demikian, Install ulang Windows biasanya akan lebih “segar” bagi komputer kita, apalagi jika sebelumnya drive di format dulu, sehingga windows benar-benar seperti bayi yang baru lahir.. :)
Kesalahan yang sering terjadi ketika ingin me repair Installasi Windows XP adalah ketika muncul pilihan / menu installasi pertama kali, kita memilih Repair Using Recovery Console, sehingga yang tampil adalah aplikasi/window Command Prompt. Memang fitur ini bisa digunakan untuk memperbaiki beberapa error, tetapi yang kita inginkan adalah memperbaiki keseluruhan file-file sistem windows XP bukan dengan command prompt.

Langkah-langkah me-repair Installasi Windows XP

  1. Sebelumnya menjalankan langkah dibawah, pastikan BIOS komputer di set agar urutan booting pertama kali adalah CDROM dan catat Serial Number Windows XP.
  2. Masukkan CD Intallasi Windows XP, kemudian restart (reboot) komputer.
  3. Ketika muncul tulisan “Press any key to boot from CD“, tekan sembarang tombol di keyboard.
  4. Windows Setup akan melanjutkan dengan me-load file-file yang diperlukan dari CD.
  5. Setelah itu akan tampil “Welcome to Setup“, maka tekan ENTER (pilihan pertama).
  6. Setelah itu akan tampil Windows XP Licensing Agreement
  7. Tekan tombol F8 ( I Agree ) untuk melanjutkan
  8. Windows Setup akan mencari apakah sudah ada Installasi Windows XP.
  9. Jika sudah ada Installasi Windows XP, maka akan ditampilkan dalam daftar. Jika tidak ada, maka tidak akan bisa me-repair Installasi Windows XP ( harus install ulang)Jangan diteruskan jika belum tahu.
  10. Setelah ditemukan, maka dipilih (select) Windows XP yang di inginkan dan tekan tombol R untuk me-repair Installas windows XP tersebut.
  11. Tunggu sampai selesai sampai komputer minta restart.
  12. Setelah restart, dan muncul menu Press any key to boot from CD maka jangan tekan tombol apapun. Ikuti kelanjutan proses repair sampai selesai.
Setelah selesai dan komputer restart, maka Installasi windows XP sudah berhasil di perbaiki, dan program/aplikasi yang sudah ada, driver hardware dan data akan tetap ada dan berjalan normal, tanpa perlu di install lagi. Kecuali aplikasi yang mengubah file sistem windows seperti Vista Transformation Pack dan sejenisnya. Kalau menggunakan aplikasi seperti ini maka perlu di install ulang 

Membandingkan Nila Dua Array di PHP

Halo pada tutorial kali ini saya akan menjelaskan cara membandingkan nilai dua array di PHP. Dengan membandingkan dua array kamu dapat mengetahui bagian mana yang berbeda atau bagian mana yang sama dari dua array. Pada posting kali ini saya akan menjelaskan cara mendapatkan nilai yang berbeda dari dua array.
Perintah yang digunakan untuk mendapatkan nilai yang berbeda dari kedua array adalah array_dif. Berikut ini merupakan format penggunaan perintah ini
$nama_variabel_array = array_diff($array1, $array2)
variabel array $nama_variabel_array akan berisi nilai yang terdapat dalam variabel $array1 yang tidak dimiliki oleh variabel $array2. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan script PHP berikut ini
<?php
$array1 = array( “1″=>”Ayam Goreng”, “2″=>”Nasi Goreng”, “3″=>”Pisang Goreng”);
$array2 = array( “Nasi Goreng”, “Ayam Goreng”, “Capcai” );
$TampungArray = array_diff($array1,$array2);
print_r($TampungArray);
?>
Apabila script PHP diatas dijalankan pada web browser kamu, maka web browser kamu akan menampilkan output Array([3] => Pisang Goreng). Hal ini disebabkan karena pada indeks ketiga pada array pertama yang memiliki nilai berbeda dan tidak dimiliki oleh array kedua.
Jangan lupa urutan penempatan array di dalam perintah array_diff akan menentukan hasil output dari perintah tersebut. Contoh saya akan membalik penempatan array didalam perintah array_diff pada contoh script PHP diatas, sehingga perintah array_diff akan menjadi $TampungArray = array_diff($array2, $array1). Untuk lebih jelasnya berikut merupakan script PHP yang menggunakan perintah array_diff, dimana penempatan posisi arraynya dibalik
<?php
$array1 = array( “1″=>”Ayam Goreng”, “2″=>”Nasi Goreng”, “3″=>”Pisang Goreng”);
$array2 = array( “Nasi Goreng”, “Ayam Goreng”, “Capcai” );
$TampungArray = array_diff($array2,$array1);
print_r($TampungArray);
?>
Apabila kamu menjalankan script PHP diatas pada web browser kamu, maka web browser kamu akan menampilkan output  Array ( [2] => Capcai ). Hal ini disebabkan karena pada indeks kedua pada array kedua memiliki nilai yang berbeda dan tidak dimiliki oleh array pertama.
Oke sekian saja posting kali ini. Selamat mencoba dan good luck icon wink Membandingkan Nilai Dua Array di PHP Bagian 1


Source Code C++ Mengubah String ke Integer

Berikut ini saya akan memberikan source code C++ untuk melakukan konversi tipe data string ke Integer. Dibawah  ini source code konversi tipe data String ke Integer
#include <cstdio>
#include <cstdlib>
#include <iostream>
#include <sstream>
using namespace std;
using std::stringstream;
int main(int nNumberofArgs, char* pszArgs[])
{
// program untuk konversi string ke Integer
stringstream ss;
int bil;
cout << “masukkan angka sembarang : “;
cin >> bil;
ss << bil;
string str = ss.str();
cout <<”bilangan yang kamu masukkan :”;
cout <<” “;
cout <<str << endl;
system(“PAUSE”);
return 0;
}

Membuat Program Luas Persegi Panjang Dengan C++

Halo pada posting kali ini saya akan menjelaskan tutorial langkah demi langkah membuat program untuk menghitung luas persegi panjang dengan menggunakan bahasa pemrograman C++. Salah satu hal yang penting sebelum membuat program adalah membuat logika pemrogramannya. Pada kasus ini logika pemrograman yang dibuat adalah logika pemrograman untuk program luas persegi panjang
Berikut ini merupakan logika pemrograman untuk program penghitung luas persegi panjang.
  • Langkah pertama adalah menerima inputan panjang dan lebar persegi panjang dari user
  • Langkah kedua adalah menghitung nilai luas persegi panjang dengan mengalikan nilai panjang dan nilai lebar persegi panjang yang diinputkan oleh user
  • Langkah ketiga adalah menampilkan nilai luas persegi panjang yang telah dihitung
Berikut ini merupakan source code program luas persegi panjang di C++
/*
* File:   LuasPersegiPanjang2.cpp
* Author: indrabt
*
* Created on July 2, 2010, 4:44 PM
*/
#include <stdlib.h>
#include <iostream>
using namespace std;
/*
*
*/
int main(int argc, char** argv)
{
int p, l, luas;
cout << “masukkan nilai panjang : “;
cin >> p;
cout << “masukkan nilai lebar : “;
cin >> l;
luas = p * l;
cout << “luas persegi panjang : ” << luas<<”n”;
return (EXIT_SUCCESS);
}
Statement int p, l, luas digunakan untuk mendeklarasikan variabel p, l, dan luas dengan tipe data integer. Variabel p digunakan untuk menyimpan nilai panjang persegi panjang yang diinputkan oleh user. Variabel l digunakan untuk menyimpan nilai lebar yang diinputkan oleh user. Sedangkan variabel luas digunakan untuk menyimpan nilai perhitungan luas persegi panjang.
statement cout <<”masukkan nilai panjang :” digunakan untuk mencetak masukkan nilai panjang pada layar konsole. Sedangkan cin >> p digunakan untuk menyimpan nilai panjang persegi panjang yang dimasukkan oleh user ke dalam variabel p. Sedangkan statement cout << “masukkan nilai lebar :” digunakan untuk mencetak kalimat masukkan nilai lebar pada layar console. Statement cin >> l digunakan untuk menyimpan nilai lebar persegi panjang yang diinputkan oleh user ke dalam variabel l.  Langkah berikutnya adalah menghitung luas persegi panjang yang dilakukan oleh statement luas = p * l. Langkah terakhir adalah menampilkan luas persegi panjang telah dihitung. Hal ini dilakukan oleh statement cout << “luas persegi panjang : ” << luas<<”n”.
Oke sekian saja posting kali ini. Selamat mencoba dan good luck icon wink Membuat program luas persegi panjang di C++