May 11, 2021

Zakat Fitrah dan Kewajibannya

main image

Zakat fitrah atau disebut juga zakat jiwa merupakan zakat yang diwajibkan kepada setiap individu laki-laki maupun perempuan muslim yang berkemampuan sesuai syarat-syarat yang ditetapkan. Zakat dapat disimpulkan sebagai suatu pemberian yang berasal dari jenis harta dengan ukuran tertentu yang kemudian disedekahkan.

Besarnya zakat fitrah saat ini dibulatkan sekitar 2,5 Kg dengan jenis makanan yang wajib dikeluarkan yang disebut nash hadits yaitu tepung, terigu, kurma, gandum, zahib (anggur) dan aqith (semacam keju). Untuk daerah/negara yang makanan pokoknya selain 5 makanan tersebut, mazhab Maliki dan Syafi’i membolehkan membayar zakat dengan makanan pokok yang lain.

Sebagai rukun Islam yang keempat, zakat menjadi wajib dijalankan bagi umat muslim di seluruh dunia dengan syarat sebagai berikut :

1. Beragama Islam

Zakat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang mampu dan hartanya tidak mengganggu untuk kebutuhan sehari-hari. Kewajiban zakat diberikan kepada seseorang yang telah memeluk agama islam dengan mengucap dua kalimat syahadat. Orang Islam yang masih hidup setelah terbenamnya matahari hingga akhir Ramadhan wajib hukumnya untuk membayar zakat fitrah. Ini juga berlaku jika meninggal dunia pada saat setelah terbenamnya matahari, maka mereka juga tetap harus membayar zakat fitrah.

2. Balig dan Berakal Sehat

Mereka yang wajib membayar zakat adalah muslim balig dan berakal sehat. Balig dapat diartikan sebagai cukup umur, sedangkan berakal sehat berarti ia sadar dan tidak mengalami gangguan jiwa. Anak dibawah umur dan orang dengan gangguan kejiwaan tidak diwajibkan mengeluarkan zakat. Kewajiban mereka ditanggungkan kepada wali yang mengelola harta mereka.

3. Orang yang Merdeka

Orang merdeka disini yaitu muslim yang tidak tergolong budak sahaya (budak yang terenggut kemerdekaannya). Hal ini karena mereka tidak memiliki masalah dalam pengelolaan harta serta tidak menanggung utang piutang yang memberatkan.

Orang yang tergolong ke dalam hamba sahaya tidak wajib membayar zakat karena lebih mengutamakan kebutuhannya untuk membebaskan diri dari perbudakan.

4. Memiliki Nisab atau Kelebihan Harta

Nisab adalah ukuran atau batas minimum yang ditetapkan agama, sebagai pedoman dalam menentukan batas kewajiban mengeluarkan zakat. Orang yang memiliki harta yang telah mencapai nisab atau lebih wajib mengeluarkan zakat sesuai syarat-syarat nisab berikut :

– Harta tersebut bukan merupakan kebutuhan utama seperti sandang, pangan, papan, serta kendaraan, dan alat yang digunakan untuk menafkahi dirinya.

– Harta tersebut telah dimiliki dalam waktu satu tahun.

5. Seseorang yang Memiliki Hartanya Secara Penuh dan Halal

Seseorang yang memiliki harta secara penuh maksudnya ialah bisa menikmatinya dan tidak menyangkut  hak-hak orang lain. Zakat tidak wajib bagi budak mukattab atau budak yang menebus pembebasan dirinya atas tuannya karena status kepemilikan hartanya lemah.

Seseorang yang terlibat hutang dan perlu menguras seluruh hartanya untuk membayarnya, maka ia tidak wajib untuk berzakat. Hal ini dikarenakan syarat wajib zakat adalah harus tetap memiliki sejumlah uang atau makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harta yang akan dizakatkan juga harus didapat dengan cara yang halal, karena Allah hanya menerima sesuatu yang diperoleh dengan cara yang baik dan halal.

Manfaat berzakat selain untuk membersihkan harta, juga berguna untuk mempererat persaudaraan sesama muslim. Dengan berzakat, seorang muslim telah meringankan beban sesamanya. Dalam pelaksanaannya membayar zakat tidak hanya sekadar memberikan makanan pokok atau uang kepada panitia zakat. Umat Muslim juga diwajibkan membaca niat saat membayar zakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *